Posts

Menyaksikan Kematian Jurnalisme

Image
Kaos sebagai sarana kampanye antihoaks atau berita bohong dikenakan jajaran pejabat Polda Metro Jaya Jakarta,beberapa waktu lalu. (KOMPAS/Heru Sri Kumoro) Suatu ketika berita dibaca baris demi baris dari meja makan hingga meja dapur. Surat kabar bertengger di bawah naungan para pebisnis di kota-kota yang ramai, terkadang lebih dari satu surat kabar. Kini, ketika ruang redaksi dan majalah tutup hampir setiap hari, hal ini menimbulkan pertanyaan. Apakah menyaksikan kematian jurnalisme? Mulai dari kios koran di pojokan, hingga anak-anak yang bersepeda sambil melemparkan koran seperti idola bisbol favorit mereka, berita disampaikan dengan cara yang dapat dibaca oleh siapa pun. Kata-kata para jurnalis yang menghabiskan waktu bertahun-tahun mengerjakan karya mereka memenuhi setiap halaman. Tidak peduli apakah Anda seorang jurnalis politik atau jurnalis olahraga, Anda berada di sana untuk mengatakan kebenaran dalam cerita Anda. Saat ini orang-orang mendapatkan berita dari tokoh-tokoh media so...

Matinya Jurnalisme

Image
Salah satu tema umum yang muncul dalam serial TV The Newsroom yang berumur pendek namun menarik adalah pergulatan yang menegangkan antara ‘jurnalisme jadul’ dan ‘jurnalisme baru’. Jurnalisme masa lalu menunjukkan kesabaran dan memastikan bahwa semua fakta sudah ada sebelum sebuah berita dapat diterbitkan atau ditayangkan. Jurnalisme baru didominasi oleh acara bincang-bincang TV yang terlalu beropini, media sosial, dan hal yang sangat populis yang disebut ‘jurnalisme warga’. Kini kita dapat dengan aman menyatakan bahwa jurnalisme kuno sudah hampir mati. Bahkan beberapa media arus utama tertua berjuang untuk tetap berpegang pada tradisi mereka sendiri. Mereka juga kini kemungkinan besar akan terjebak dalam dunia berita palsu dan ‘perang propaganda’ yang terus-menerus bergejolak di media sosial dan grup WhatsApp. Sementara media-media terkemuka jurnalisme baru rela terjun ke dalam kekacauan ini dan bahkan mengisinya dengan berita palsu, media arus utama terus-menerus berusaha memisahkan y...